01:25

Prang! Kaca itu pecah memecah kesunyian malam ini. Aku tidak tau apa yang terjadi, kaca itu terjatuh tepat di bawah kakiku seakan memberikan pesan untuk berhenti, berhenti memikirkan yang telah terjadi. Bukankah manusia hidup dengan mengingat? Tetapi apakah harus kita bertahan hidup dengan melupakan. Mendadak emosi bercampur menjadi satu. Ada apa denganku? Tidak jarang aku selalu mengingat sesuatu yang seharusnya sudah aku lupakan sejak waktu itu. Saat aku memutuskan untuk terus berjalan berdampingan seharusnya aku harus fokus kedepan tanpa harus melihat kebelakang. 

Tapi maaf, mungkin bukan untuk waktu yang sekarang. Karena memori ini selalu berputar memberikan isyarat untuk berhati-hati melangkah ke depan. 

Gambar

image.jpg

Dalam gelap aku selalu belajar untuk menjadi terang. Makna itu aku dedikasikan untuk diriku.
Yaa.. Diriku yang terkadang terkungkung dalam hitamnya pikiran. Aku selalu berusaha mencari titik terang. Serbekas cahaya untuk menerangi diriku di alam pikiranku.
Over thinking, salah satu kebiasaan yang hampir selalu mengganggu langkahku. Untuk lelaki yang aku cintai, tidak masalah buatku. Terlalu perduli, keingintahuan yang berlebih, bahkan rasa yang mungkin seharusnya bisa ditakar dengan dosis yang tepat pun menjadi berlebih. Tapi itu dulu, disaat aku masih bersama mimpi-mimpi indahku. Namun, disaat aku terbangun dan tersadar…maka semua hanya menjadi serpihan kaca yang tidak mungkin bisa kembali sempurna. Pengkhianatan, kebohongan, dan kepalsuan membangunkan ku dari mimpi indahku.
Dengan menaikkan dagu keatas, dan berjalan tegak aku mampu melewatinya. Bukankah setiap kehidupan terdiri dari beberapa rasa? Sama halnya dengan mimpi.
Dengan’nya aku belajar menjadi sosok yang tangguh, kuat, dan sabar. Sangat tidak mudah awalnya, tapi aku mampu hingga detik ini. Bahkan aku mampu untuk meracik dosis yang tepat untuk semua rasa dan emosi yang ada dalam diriku.
Tetapi semua tidak bisa menjadi sama, sama seperti mimpi-mimpiku pada awalnya. Bukan mauku, tapi karenanya..

Simple story…

Setelah sekian lama tidak bergulat dengan sebuah tullisan yang bisa juga dikatakan sebagai penyaring otak, akhirnya saya bertemu lagi dengan ini semua.. hmmm, yaaa..saya rasa ada baiknya mengisi waktu yang sedikit kosong untuk sebuah tulisan-tulisan ini.

Terkadang saya berfikir, apa arti hidup ini sebenarnya? berbagai persepsi, definisi, dan arti yang berbeda-beda tercampur didalamnya..
Kehidupan silih berganti, seiring waktu yang berputar. yahh ada rasa sedih, bahagia, dilema, bahkan benci didalamnya. Dan saya sering merasakan hal yang serupa. Terlebih lagi semua itu dikarenakan orang-orang yang berada disekitar kita.. Sedikit membingungkan memang, apabila kita mendramatisir keadaan hanya karena seseorang yang terkadang sering mambuat kita merasa dirugikan. Dalam hal cinta ataupun yang lainnya.
Saya merasa bahwa sebenarnya bahagia dan kebahagian sebenarnya berada di dalam diri kita, tetapi mengapa kita harus menggantungkan kebahagian kita dengan orang lain? Padahal sebenarnya mereka hanyalah pelengakap dalam kehidupan kita.. sebegitu pentingkah mereka?
Pernah suatu ketika saya berada pada suatu titik dimana saya harus meghadapi teman yang sedang mengidolakan seseorang..
X : “Saat ini saya sedang dekat dengannya,dan saya merasa bahwa dia telah menyukai saya.. Tetapi, terkadang saya merasa bahwa dia hanya menganggap saya sebagai teman untuk bercerita tentang segala kesehariannya.. Apakah ini semua? Saya tidak ingin dibuat bingung olehnya..”

Saya: “Let it flow..Jalani saja semuanya, tidak usah terbawa dengan suasana yang mungkin bisa membuat kamu jauh terbang melayang dan pada akhirnya kamu akan terjatuh di bawah ranting-ranting yang kering. Wajar saja jika kamu mempunyai perasaan terhadap lawan jenismu, tetapi ingat satu hal.. Jangan pernah membawa perasaan ini hingga sampai ke hati. Bukankah saat ini wanita tidak ingin bersedih dikarenakan seorang Pria?? Anggap saja seseorang itu adalah penghias hari-harimu yang penuh dengan warna. Hidup itu indah kawan..Jangan pernah bersedih karenanya. Bersedihlah jika orang tuamu sedang dilanda masalah, bersedihlah jika temanmu terkena musibah, bersedihlah jika pekerjaanmu terhambat.”

x: Iaaa…teori memang mudah, tetapi sepertinya saya memang harus banyak belajar dari setiap perjalan hidup yang telah saya rasakan selama 21 tahun ini. Begitu banyak hal yang saya temukan di dalamnya. Terima kasih kawan..sukses selalu di hidupmu”

(menghela nafas dalam-dalam)
saya pikir saya adalah orang yang pintar menyembunyikan semua perasaan saya, terkadang saya merasa bahwa saya adalah orang munafik yang merasa paling kuat dan paling tegar. Tapi semua ini memang harus saya lakukan, ini adalah kewajiban untuk melanjutkan hidup saya. Karena saya tidak ingin terlihat sebagai wanita lemah yang hanya bisa menangis dan mengeluh. Saya selalu belajar menolak perasaan addict terhadap sesuatu, waluapun itu sulit tetapi saya memang harus melakukannya. Bukan untuk siapa, tetapi untuk saya.. Karena semua akan berubah dan berakhir. Dan saat ini saya sedang belajar untuk meng’ignore kebiasaan tersebut.. Sulit, tetapi saya pasti bisa..

I’LL MOVE ON

This road that I’m taking twists and turns
My life my chance turning dreams into reality
Down this path faced with so many things
Sometimes I feel like giving up and turn away

Can’t seem to go on
And I’ve been thru’ this before
Now where am I ?
Where do I stand ?
A little lost here
But I’ll remember
All those times you’ve brought me thru’
I’d be a fool to give up cos’ the goal is near

I’ll move on I’ll go on
Lord I will take your hand
And you will guide me along
Survive thru’ this storm
So I say, come what may
I’ll hold on to my hope
Yes, I will walk down this road
And my passion drive will lead me on

Here I am Once again caught in the rain.
Looking back I’ve come so far And I want to carry on
Take a step at time
It’s alright
Even thru’ this rain, I want to smile again

Don’t hold back now
And i’ve been thru’ this before
Now where am I ?
Where do I stand ?
A little lost here
But I’ll remember
All those times you’ve brought me thru’
I can feel the sun shining down on me

Here I am, Here I am
Lord I will take your hand
And you will guide me along
Survive thru’ this storm
So I say, come what may
I’ll hold on to my hope
Yes, I will walk down this road
And my passion drive will lead me on.

* I’LL Move On – olivia ong *
This song make me strong..

MALAM UNTUK MELUPAKAN

Mata ini nanar menatap langit-langit kamar.
Tau gak kamu? Aku sudah tidak tahan lagi!
Saya sudah tidak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang hanya akan terjawab dengan ketidakjujuran.
Saya sudah tidak tahan dengan masalah-masalah tanpa penyelesaian.
Saya sudah tidak tahan jika harus mengulang perpisahan.

Apa yang sedang mengikat perasaan kami sekarang, cinta atau hanya sekedar kebutuhan untuk mengisi kesepian?
Selalu seperti ini, selalu ada bingung, selalu ada benci, menyelinap ke dalam kebersamaan kami. Kebersamaan yang pelik.

Tau gak kamu? Saya takut kehilangan!
Tidak. Tidak untuk sekarang. Biarkan.. biarkan waktu yang menentukan. Biarkan lewat lagi satu malam. Biarkan lewat higga dua atau tiga, empat malam. Biarkan malam-malam itu yang menjawab pertanyaan. Biarkan malam itu menentukan masa depan.

Saya meraih bungkus rokok dan ambil sebatang lalu dinyalakan. Kuhisap dalam-dalam dan menghembuskannya ke udara yang diam.

Tau gak kamu? Mataku merah, basah..!
Apa bahagia? Apa mata basah adalah tidak bahagia dan tidak bahagia adalah mata basah? Apa mata saya harus tak basah ketika saya bahagia?
Mata saya basah karena sudah cukup lama diri ini terjebak dalam situasi seperti ini. Saya ngeri membayangkan apa kelak yang akan terjadi jika terus membiarkan diri terjebak dalam hubungan begitu rumit disaat sebenarnya saya bisa menghindar dengan memilih rute jalan yang lebih aman, walaupun hati tercabik dan tersakiti, tapi alangkah lebih baik sakit dini daripada nanti-nanti.

Saya menimbang-nimbang. Bimbang.
Harapan yang mulai raib. Bingung yang ajaib. Sulit sekali mencari jalan keluar. Selain rasa nyeri. Tidak seorang pun berharap untuk kecewa. Celakalah kau harapan!

Waktu serasa berhenti dalam diam panjang keharuan. Saya ingat ini Desember terakhir di tahun ini, ya pergantian tahun. Namun tidak seperti biasanya, sekarang saya hanya dikamar menikmati malam sendiri dalam kesunyian. Mengingat, menimbang untuk melupakan.
Saya malas menyetujui ajakan teman yang tidak jauh mengitari kafe ini dan itu secara bergantian.
Kafe dengan musik yang menghentak, dipenuhi asap rokok meraja di setiap penjuru, berhimpit sesak terisi orang-orang yang rela mengeluarkan ratusan hingga jutaan rupiah untuk tidak sadar.
Untuk saling bertukar lidah-berludah dengan orang yang baru dikenal. Utuk muntah di atas jamban dan kemudian terpingkal-pingkal.
Untuk saling bersentuhan dan mendesah massal.
Untuk larut dalam satu malam yang menawarkan sejuta gombal.
Bahana tawa, pesta pora, sentuhan menggoda, senyum manja. Sementara saya akan disana dan tertawa untuk entah. Berpura-pura tertawa tepatnya, mengelabui pikiran sendiri yang secara diam-diam sedang mencari makna. Huuuh… malam ini saya enggan membuang waktu disana. Walaupun sebentar disana saya bisa melupakan sejenak nama yang ingin dilupakan. Sejenak menghilangkan luka yang makin dalam. Namun saya memilih di kamar ini sendiri ditemani rajaman semu hingga fajar menculik malam. Melamunkan sesuatu kemudian kuputuskan untuk melupakannya. Berharap sakit itu cepat sembuh dan segera pulih. Berharap sakit itu berlalu dan bisa hidup lebih bahagia.
Dan semalam ada bintang.

– Happy New Year 2009 –