Dalam gelap aku selalu belajar untuk menjadi terang. Makna itu aku dedikasikan untuk diriku.
Yaa.. Diriku yang terkadang terkungkung dalam hitamnya pikiran. Aku selalu berusaha mencari titik terang. Serbekas cahaya untuk menerangi diriku di alam pikiranku.
Over thinking, salah satu kebiasaan yang hampir selalu mengganggu langkahku. Untuk lelaki yang aku cintai, tidak masalah buatku. Terlalu perduli, keingintahuan yang berlebih, bahkan rasa yang mungkin seharusnya bisa ditakar dengan dosis yang tepat pun menjadi berlebih. Tapi itu dulu, disaat aku masih bersama mimpi-mimpi indahku. Namun, disaat aku terbangun dan tersadar…maka semua hanya menjadi serpihan kaca yang tidak mungkin bisa kembali sempurna. Pengkhianatan, kebohongan, dan kepalsuan membangunkan ku dari mimpi indahku.
Dengan menaikkan dagu keatas, dan berjalan tegak aku mampu melewatinya. Bukankah setiap kehidupan terdiri dari beberapa rasa? Sama halnya dengan mimpi.
Dengan’nya aku belajar menjadi sosok yang tangguh, kuat, dan sabar. Sangat tidak mudah awalnya, tapi aku mampu hingga detik ini. Bahkan aku mampu untuk meracik dosis yang tepat untuk semua rasa dan emosi yang ada dalam diriku.
Tetapi semua tidak bisa menjadi sama, sama seperti mimpi-mimpiku pada awalnya. Bukan mauku, tapi karenanya..

Iklan