Prang! Kaca itu pecah memecah kesunyian malam ini. Aku tidak tau apa yang terjadi, kaca itu terjatuh tepat di bawah kakiku seakan memberikan pesan untuk berhenti, berhenti memikirkan yang telah terjadi. Bukankah manusia hidup dengan mengingat? Tetapi apakah harus kita bertahan hidup dengan melupakan. Mendadak emosi bercampur menjadi satu. Ada apa denganku? Tidak jarang aku selalu mengingat sesuatu yang seharusnya sudah aku lupakan sejak waktu itu. Saat aku memutuskan untuk terus berjalan berdampingan seharusnya aku harus fokus kedepan tanpa harus melihat kebelakang. 

Tapi maaf, mungkin bukan untuk waktu yang sekarang. Karena memori ini selalu berputar memberikan isyarat untuk berhati-hati melangkah ke depan. 
Iklan