Reread

“Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan diatas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.
Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.
Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja?
Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas?
Akhir bahagia itu bukan milik kita.”

#goodbyehappiness

Untuk Jiwaku Agar Sedikit Bernafas..

Allah..
kutahu roda itu akan selalu berputar

betapa syukurku, aku bisa menghirup nafasku dengan leluasa sampai di detik aku menulis postingan ini. tapi tetap saja, akan terasa aroma keluhan dan nelangsa di setiap kata yang kurangkai.
betapa lelahku dengan diriku dan keluh-keluhku. tapi bukankah manusia memang selalu seperti ini, merasa kurang dan selalu meminta lagi dan lagi.

apa mereka tahu? ada sebuah pertahanan di dalam jiwa dan hati ini.
aku masih memiliki kekuatan untuk diriku mengenyam hikmah dari setiap laku dan peristiwa. kuselalu ber’positif thinking’ membuang semua prasangka yang sejatinya selalu ada. dan mengenyahkan semua dendam meski sesungguhnya hati ini tersayat tipuan-tipuan.

kemarin, ada yang meneriakkan kata semangat padaku; “semangat! mana semangatmu yang kau kobarkan pada semua orang??”
ah, dia tak tahu. sebenarnya aku selalu semangat.

Allah..
jalan ini kuhadapkan padaMu, walau mungkin caranya belum seindah kemauanMu.
aku cinta Kau, Allahku..

..
..
..
..

mereka, mungkin tak paham pada lelangut ini.
kekuatan ada dalam diri dan hatiku,

🙂
aku masih sabar, aku masih kuat.
tapi aku butuh kepercayaan dan dukungan dari lingkunganku.

..
..
Allah, episode sedih itu hanya ada di dalam jiwaku, untuk kuhiaskan tangis di malam-malamku bersamaMu. namun di lakuku, terimalah syukur dan sabar yang selalu kucoba bangun, karena rapuhnya.
kucoba untai, karena mereka berserakan..

🙂
senyum, untuk jiwaku yang sedikit bernafas.. di tengah malam ini.
trims God

#anginsavana

Aku Dan Tuhanku

Dulu aku pernah menaruh harap pada manusia. Tetapi Tuhanku menyadarkanku. Bahwasannya hanya kepadaNya lah aku meminta dan hanya kepadaNya aku memohon. 

Dulu aku pernah sangat mencintai manusia, dan sangat takut untuk kehilangan. Hingga aku merasa lebih mencintai manusia daripada Tuhan’ku. Tetapi yang terjadi, aku dengan mudah meninggalkan.
Terima kasih untuk yang telah berlalu, dan ya untuk yang telah datang. 
Aku belajar mencintaimu dengan sederhana, karena Tuhan’ku mengajariku untuk mencintai’Nya dengan luar biasa.