ambyaaar…..ambyuuur….

Posted in Kehidupan, Love on Oktober 23, 2008 by Sunshine

Begitu ingin duduk disampingmu
tanpa kata-kata, tanpa bicara
kita berdua, duduk berdampingan
sejenak
sebelum derai hujan turun, kaburkan angkasa bermiliar bintang
sebelum kau dan aku berpisah
tanpa kata, tanpa aksara selain keringanan..
Ahhh…. itupun jika ada waktumu..

Jika cinta memiliki hati,
tentu dia mengerti makna berbelas kasihan.

silent night, in my room..

CINTA & LUKA

Posted in Kehidupan, Story on September 24, 2008 by Sunshine

Aku ingin tidur dalam pelukan priaku, ingin bangun di pagi hari dan mendapatinya terbaring disampingku tanpa dihinggapi perasaan was-was dia akan meninggalkanku. Aku ingin dia kembali kepelukanku saat waktunya untuk pulang. Sungguh aturan itu tidaklah banyak. Hanya cuma itu. Tapi baginya sulit sekali. Mungkin nanti berubah, saat hubungan ini melangkah lebih jauh, bila ia ingin terikat. Mustahilkah?? Karena selama ini dia menunjukkan sikap tidak perlu lebih terikat. Terus terang, yang sebenarnya aku inginkan adalah hubungan yang tidak terlampau rumit.

Belakangan ini saya berpikir mengapa lelaki seusianya berkencan dengan wanita lebih muda. Untuk apa lelaki seusianya menukar sejenis kemitraan yang setara itu dengn wanita yang pusarnya ditindik, tubuhnya ditatto, tak jarang menganggap kencan yang asyik adalah nongkrong di club malam sumpek dan menenggak pil ecstasy palsu?.
Tapi kini saya mengerti, saya paham dengan daya tarik itu. Lelaki sebayanya menyukai wanita lebih muda sebab para wanita itu tak punya alasan untuk bersikap getir. Wanita seusia itu cenderung belum mengalami patah hati akibat rumah tangga berantakan, pengacara perceraian, perebutan hak asuh anak, atau harta gono-gini. Wanita seusia itu tidak memiliki kekecewaan yang membebani para wanita dan pria tiga atau empat puluhan. Itulah kenyataan, sangat kejam. Hidup wanita seusia itu cenderung belum banyak dirusak laki-laki. Laki-laki tiga atau empat puluhan tidak mengencani wanita lebih muda karena tubuh mereka masih kenyal. Itu hanya propaganda. Mereka mengencani para wanita itu supaya mereka bisa jadi perusak hidup wanita itu.
What a Life….My life……suck…Damn…fuck oFF!!!!!!!!!!!!!
Dia membuatku kesal betuLLLLL!!!!.

LET IT BE

Posted in Kehidupan, Love on Agustus 30, 2008 by Sunshine

Aku berada pada satu kesimpulan ketika aku berhubungan dengan orang, dan ketika orang itu mengecewakan kita dan akhirnya pergi jauh, maka sosok itu tak akan dapat dilupakan dan tergantikan.
Mengapa? karena masing-masing orang memiliki kualitas dan keunikan tersendiri. Bagiku, aku tak dapat melupakan 100% orang yang sudah pernah berhubungan dengan ku sebegitu gampangnya seperti mengganti menu makanan untuk sarapan pagi. Masing-masing manusia punya kekhasannya sendiri, dan ketika dia hilang maka akan hilang tapi tak kan pernah tergantikan.
Bagiku sosok itu memang sangat menakjubkan…namun aku tak boleh memiliki pengharapan lebih dengan pria ini. Bersamanya aku tahu, tak akan pernah mendapatkan sosoknya dengan utuh.
Mungkin aku gila? Mungkin… Tidak berpikir waras atas ‘kerugian’ yang mungkin akan terjadi? Mungkin juga. Tapi aku suka, dan konsekuensi atas apa yang aku pilih -berlaku sebagai perempuan dewasa- pasti harus bisa menanggungnya. Sejenak, tapi menyenangkan. Aku menikmati saat singkat bersamanya. Tanpa tuntutan, tanpa keterpaksaan, tanpa batasan. Menyamankan meski aku tahu itu sangat tak nyaman.
Aku tak silau dengan kedudukannya, aku tak butuh uangnya, aku tak butuh kekuasaannya, ataupun semua fasilitas yang dia punya. Aku hanya ingin menghabiskan sedikit waktu untuk duduk dan mendengarkannya bercerita tentang perjalanannya atau sekedar mendengarkan ia mengeluh. Berlebihankah perasaanku padanya? Seperti air mengalir yang keliatan tidak berpendirian tapi justru arus air itu yang paling berpendirian karena ujungnya adalah pasti menuju ke laut.

ABOUT HIM….dalam rentang waktu

Posted in Love, Story on Agustus 5, 2008 by Sunshine

Ada hal yang membedakan diantara aku dan dia…..waktu. Dimana ia terlahir jauh sebelum diriku ada. Dan perbedaan itu telah membangun tembok tinggi antara aku dan pria itu.

Bagiku, kehidupan pria itu sungguh semarak betul. Rentang usia yang terpaut jauh terkadang membuat kami sulit berkomunikasi. Tapi tak pernah tidak membuatku merasa nyaman jika berada di dekat pria itu. Ngobrol dengannya juga terasa menyenangkan, sebab pengalamannya luas, kisah dari hobi jalan-jalannya juga diwarnai lelucon kecil hingga buatku tertawa. Ada saat dimana aku merasa sedikit inferior saat berhadapan dengannya. Mungkin karena pengalamannya yang segudang, dan banyak hal yang diketahuinya, terkadang jadi speechless dibuatnya.

Sebuah tas berisi laptop selalu menemaninya kemanapun ia berpergian. Yaa… jika boleh dikatakan, ia tergolong pria paruh baya yang metroseksual. Tidak juga selalu berpenampilan rapi, tapi seleranya dalam memilih baju, celana, sepatu dan aksesoris lainnya selalu dipadu padankan sesuai dengan warnanya, katanya sih biar matching.

Kepedihan selalu datang dan pergi dari dirinya. Tempaan kehidupan yang seling berganti dalam hidupnya membuat dia menjadi satu pribadi tak utuh. Seperti puzzle yang tak dapat berwujud menjadi gambar karena satu potong puzzle hilang. Itulah dia.. ‘Something missing on him’.

Pria pekerja keras, dengan pribadi yang kuat dan juga keras kepala. Dia bisa menjadi satu pribadi yang membingungkan. Satu malam, dia akan menjadi pribadi yang sangat menyenangkan dan penuh kehangatan membuat orang merasa nyaman dekat dengannya ingin memperhatikan tak berkesudahan. Namun pagi harinya, dia akan berubah menjadi sosok yang sangat berbeda, ketus dan tak perduli dengan sekelilingnya. Ibarat Sybil yang mempunyai 16 kepribadian yang pandai memanipulasi orang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Aku belum lama mengenalnya, namun ketika berada di sisinya, seakan aku telah tahu dirinya. Sosok itu begitu akrab, nyaman, namun juga perlu ‘reserve’ yang besar untuk berhadapan dengannya. Dia sosok yang tak mudah tertebak keinginan dan kemauannya.

I miss you….yes, I do.

SHORT CONVERSATION II

Posted in Kehidupan, Keseharian, Story on Juli 27, 2008 by Sunshine

Siang itu di salah satu cafe di Jogja, aku bertemu dan berbincang sekedar bertukar pikiran. Rama, salah satu teman di kota yang dulu ku singgahi selama beberapa tahun, sudah lama kami tidak bertatap muka.

Aku “Bagaimana agar hidup tenang?”

Rama “Sabar dan ikhlas saja. Sesungguhnya kita tidak berhak dimiliki ataupun memiliki apa yang tersedia di dunia ini, bahkan Dia… Mulailah mendekatkan diri pada-Nya”

Malam ini seluruh emosi hanya menjadi diam, luka itu berwujud senyuman, dan sedih berubah menjadi kekhusyu’an. Kutitip doa di setiap hela nafas….

Thx Rama.