Arsip untuk Keseharian kategori

SHORT CONVERSATION II

Posted in Kehidupan, Keseharian, Story on Juli 27, 2008 by Sunshine

Siang itu di salah satu cafe di Jogja, aku bertemu dan berbincang sekedar bertukar pikiran. Rama, salah satu teman di kota yang dulu ku singgahi selama beberapa tahun, sudah lama kami tidak bertatap muka.

Aku “Bagaimana agar hidup tenang?”

Rama “Sabar dan ikhlas saja. Sesungguhnya kita tidak berhak dimiliki ataupun memiliki apa yang tersedia di dunia ini, bahkan Dia… Mulailah mendekatkan diri pada-Nya”

Malam ini seluruh emosi hanya menjadi diam, luka itu berwujud senyuman, dan sedih berubah menjadi kekhusyu’an. Kutitip doa di setiap hela nafas….

Thx Rama.

TERSUNGKUR DALAM PASRAH DAN SABAR TERAMAT SANGAT

Posted in Emosi, Keseharian, Story on Juli 20, 2008 by Sunshine

Hari ini aku dan lara bertemu di suatu cafe untuk makan siang dan sekedar berbincang , “Aduh…kemana aja sih lo, gak pernah keliatan, sibuk banget keliatannya. Eh kemaren gw abis dateng ke party nya si A temen kita dia ulang tahun dan dia pacaran dengan si B sekarang yang model iklan itu.” Lara, dia terlihat selalu bersemangat seperti hari ini dengan t-shirt merah dan blue jeans nya dia terus berceloteh tanpa henti. Pembicaraan terus berlanjut
“Eh tau gak sih, sekarang si C mau merit sama si E bulan agustus ini udah nyebarin undangan segala, gw denger resepsinya bakal gede-gedean, gw juga udah sempet ketemu, mereka emang pasangan serasi dan mesra banget.. Gua jadi ngiri.” Selama satu setengah jam pertemuan itu, sedikit sekali aku berkomentar. Saat itu aku merasa lebih baik memposisikan diri sebagai pendengar, dari pada bertindak sebagai komentator.
Lalu kata-kata itu akhirnya keluar juga dari mulut Lara “Eh, gimana hubungan lo sama dia, baik-baik aja? cerita dong..”

AaarrrgHhhh……!!! pembicaraan yang seharusnya menyenangkan, jadi terdengar ruwet bin rumit, dan sukses bikin mumet untuk ku dengar. Aku sudah tau permulaan pembicaraan ini akan berakhir ke satu titik. Aku terdiam dan hanya meninggalkan senyum tersungging pada Lara, namun membuat ia semakin penasaran.
Lara, dia teman terdekatku tak jarang kami suka berbagi cerita tentang permasalahan apapun yang terjadi. Tapi, sungguh tak adakah tempat dimana seharusnya aku tak mendengar atau mengingat sedikitpun tentangnya…?!!

Dan pembicaraan masih berlanjut, kami bertukar pikiran dan mencurahkan segala kekesalan. Kepenatan ini sungguh di ambang batas. Menyiksaku dengan kejamnya, memagutku dengan sadisnya, melumatku dengan rakusnya, menyetubuhiku dengan liarnya.
Sampai kini kucoba memahami apa yang terjadi antara aku dan dia, membuat dinding otakku berdenyut kencang. Kondisi ini semakin tak terkendali, akar masalah dan semuanya menjadi semakin tak jelas, sangat memusingkan dan membuat gamang. Aku tersiksa membungkam bara, menanggung rindu. Tak ada kata yang mampu menjelaskannya, hubungan ini terputus begitu saja. Kamu tak akan mengerti bagaimana kesepianku, membayangkannya adalah siksa. Tak ada lagi cinta yang layak diperjuangkan, dipertahankan, dan dikejar, karena Cinta itu sendiri sudah kehilangan maknanya.
Kalimat terakhir yang Lara ucapkan “Sabar ya, tabah…Kamu harus kuat. Yakin, kamu pasti bisa.”

Di antara doa yang terucap, diantara ketafakuran yang dalam, terselip mohon ku pada-Nya, “Mohon berikan keikhlasan yang sangat.. dalam diriku untuk melepaskannya.”
Tak tersisa,,, Habis sudah……..

MY LIFE MY WAY

Posted in Emosi, Kehidupan, Keseharian on Juli 16, 2008 by Sunshine

Kehidupan terjadi pada diri kita dengan caranya sendiri. Saya tidak ingin mengerti ini tentang benar atau salah ketika melangkah memutuskan dan melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang matang hanya mengalir tanpa memikirkan cara. Saya percaya pada kejutan dan kebetulan yang akan membawa pada suatu pengalaman yang baru. Karena hidup itu suatu pilihan bukankah sudah seharusnya saya pergi dan berjalan lagi bukan hanya terdiam disini.
Saya berada disini berjalan sesuai dengan apa yang saya kehendaki, mengalir dan menari bersama kehidupan. Mereka boleh bilang saya orang yang paling egois. Tapi maafkan, apabila saya tidak mau bersahabat dengan keterpaksaan, karena sungguh semua hal remeh temeh itu membuat hidup saya semakin buruk.
Bukan karena saya tidak berani menghadapi penderitaan. Ya…saya takut dengan penderitaan. Saya sudah jatuh dan terpuruk di dalamnya. Tapi walau gelap dan berat saya harus menghadapinya, tumbuh dan belajar untuk menjadi seseorang yang penuh kasih melalui penderitaan itu. Bersahabat dengan kenyataan sekalipun itu pahit. Jangan menyesali apapun, dan menerima segala konsekuensinya. Menyesuaikan diri dengan kondisi dunia yang senantiasa berubah.
AaaRrrgggHhhh……………DAMN YOU….!!!!!!

Hellow World….!!

Posted in Keseharian on Maret 4, 2008 by Sunshine
Ada saat dimana dayaku hanya terdiam dan menorehkan semua rasa dan asa lewat hentakan jemari tangan. Menulis tentang berbagai kisah hidup yang silih berganti. Mengeluarkan ide-ide di kepala menjadi sebuah goresan blog yang berarti. Aku mulai menulis.