Waktu itu hidup masih serasa ringan, tanpa beban walaupun banyak keributan di luar dunia sana, ingin rasanya bernostalgia dengan rasa nyaman dan ringanku saat itu..
Hingga akhirnya aku menemukan diriku terduduk sendiri di depan layar monitor yang biasa kutekuni ditemani sebungkus rokok yang bahkan dulu enggan kusentuh. Ahhh,,,,sebenarnya aku terlalu malas untuk menceritakannya, tapi aku adalah orang yang tak bisa menyimpan segala unek-unek dikepala sehingga menjadi penuh dan ruwet karenanya.
Saat itu aku sendiri, tak mencari, tak menanti, tak berharap, namun hatiku sungguh sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada dia yang tak pernah aku harap, tak pernah ingin ku miliki, tak pernah ku tuntut. Dan sampai akhirnya dia datang masuk dalam hidupku, rasa mulai ada..melebarkan sayap dan memanggut palung hati, merobek semua sampai tak tersisa lagi.. dia orang yang kusayang.
Seperti kisah cinta kebanyakannya yang pada awalnya berjalan baik-baik saja dan perlahan satu persatu masalah pun datang. Tapi aku masih tetap bertahan, walau terkadang cobaan yang datang tak bisa ku tahan.. sampai terkikis habis apa yang terselip di tiap sisi sel otak, sampai terdelusi seluruhnya apa yang mengalir dari setiap labirin tubuhku.
Sungguh aku ingin berhenti, berlari dan mecari menumpahkan segala letihku, tapi belum saatnya untuk berhenti berlari dan mencari. Dan aku pun mengerti bahwa dia pun belum ingin berhenti, berlari dan mecari sampai ada seutas tali kuat mengikat erat tubuh nya, mengoyak nya agar henti lari dengan segala cari. Aku pun menanti saat itu, Aku butuh itu,,, berbaring disana, akrabimu.. bersandar disana tumpahkan segala letih. Namun apa yang kubutuhkan belum hadir di sini begitupun dia. Dan sampai saat itu tiba, aku hanya dapat berlari dan terus berlari menjauh. Mencari ruang dan berhenti pada tujuan.