Arsip untuk Agustus, 2008

LET IT BE

Posted in Kehidupan, Love on Agustus 30, 2008 by Sunshine

Aku berada pada satu kesimpulan ketika aku berhubungan dengan orang, dan ketika orang itu mengecewakan kita dan akhirnya pergi jauh, maka sosok itu tak akan dapat dilupakan dan tergantikan.
Mengapa? karena masing-masing orang memiliki kualitas dan keunikan tersendiri. Bagiku, aku tak dapat melupakan 100% orang yang sudah pernah berhubungan dengan ku sebegitu gampangnya seperti mengganti menu makanan untuk sarapan pagi. Masing-masing manusia punya kekhasannya sendiri, dan ketika dia hilang maka akan hilang tapi tak kan pernah tergantikan.
Bagiku sosok itu memang sangat menakjubkan…namun aku tak boleh memiliki pengharapan lebih dengan pria ini. Bersamanya aku tahu, tak akan pernah mendapatkan sosoknya dengan utuh.
Mungkin aku gila? Mungkin… Tidak berpikir waras atas ‘kerugian’ yang mungkin akan terjadi? Mungkin juga. Tapi aku suka, dan konsekuensi atas apa yang aku pilih -berlaku sebagai perempuan dewasa- pasti harus bisa menanggungnya. Sejenak, tapi menyenangkan. Aku menikmati saat singkat bersamanya. Tanpa tuntutan, tanpa keterpaksaan, tanpa batasan. Menyamankan meski aku tahu itu sangat tak nyaman.
Aku tak silau dengan kedudukannya, aku tak butuh uangnya, aku tak butuh kekuasaannya, ataupun semua fasilitas yang dia punya. Aku hanya ingin menghabiskan sedikit waktu untuk duduk dan mendengarkannya bercerita tentang perjalanannya atau sekedar mendengarkan ia mengeluh. Berlebihankah perasaanku padanya? Seperti air mengalir yang keliatan tidak berpendirian tapi justru arus air itu yang paling berpendirian karena ujungnya adalah pasti menuju ke laut.

ABOUT HIM….dalam rentang waktu

Posted in Love, Story on Agustus 5, 2008 by Sunshine

Ada hal yang membedakan diantara aku dan dia…..waktu. Dimana ia terlahir jauh sebelum diriku ada. Dan perbedaan itu telah membangun tembok tinggi antara aku dan pria itu.

Bagiku, kehidupan pria itu sungguh semarak betul. Rentang usia yang terpaut jauh terkadang membuat kami sulit berkomunikasi. Tapi tak pernah tidak membuatku merasa nyaman jika berada di dekat pria itu. Ngobrol dengannya juga terasa menyenangkan, sebab pengalamannya luas, kisah dari hobi jalan-jalannya juga diwarnai lelucon kecil hingga buatku tertawa. Ada saat dimana aku merasa sedikit inferior saat berhadapan dengannya. Mungkin karena pengalamannya yang segudang, dan banyak hal yang diketahuinya, terkadang jadi speechless dibuatnya.

Sebuah tas berisi laptop selalu menemaninya kemanapun ia berpergian. Yaa… jika boleh dikatakan, ia tergolong pria paruh baya yang metroseksual. Tidak juga selalu berpenampilan rapi, tapi seleranya dalam memilih baju, celana, sepatu dan aksesoris lainnya selalu dipadu padankan sesuai dengan warnanya, katanya sih biar matching.

Kepedihan selalu datang dan pergi dari dirinya. Tempaan kehidupan yang seling berganti dalam hidupnya membuat dia menjadi satu pribadi tak utuh. Seperti puzzle yang tak dapat berwujud menjadi gambar karena satu potong puzzle hilang. Itulah dia.. ‘Something missing on him’.

Pria pekerja keras, dengan pribadi yang kuat dan juga keras kepala. Dia bisa menjadi satu pribadi yang membingungkan. Satu malam, dia akan menjadi pribadi yang sangat menyenangkan dan penuh kehangatan membuat orang merasa nyaman dekat dengannya ingin memperhatikan tak berkesudahan. Namun pagi harinya, dia akan berubah menjadi sosok yang sangat berbeda, ketus dan tak perduli dengan sekelilingnya. Ibarat Sybil yang mempunyai 16 kepribadian yang pandai memanipulasi orang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Aku belum lama mengenalnya, namun ketika berada di sisinya, seakan aku telah tahu dirinya. Sosok itu begitu akrab, nyaman, namun juga perlu ‘reserve’ yang besar untuk berhadapan dengannya. Dia sosok yang tak mudah tertebak keinginan dan kemauannya.

I miss you….yes, I do.