DILEMA
Dikirim Kehidupan, Love Melulu pada Juli 3, 2008 oleh putihkuhitamkuPernahkah kamu jatuh cinta dengan seseorang yang sudah tidak sendiri lagi? Seseorang yang tidak pernah membalas perasaanmu, walaupun begitu kamu tidak pernah bisa melupakan atau pergi untuk menjauh darinya. Dan kamu bersedia melakukan apapun untuknya, tapi walaupun dia membalas perasaan itu tetap saja suatu saat dia akan meninggalkanmu.
Sudah larut malam begini HP saya berdering….
Ternyata dia telpon. Jarang sekali dia bisa menghubungi diwaktu seperti ini. Harusnya dia sudah terlelap, terbaring bersama seseorang disana.
Mr.Xxxx : Heiii…where were you?
Aku : Ya di rumah dong masa clubing (basi banget pake tanya sudah selarut ini) Kamu belum tidur?
Mr.Xxxx : I miss you beib, aku banyak kerjaan sih jadi belum bisa ketemu kamu.
Aku : It’s ok.. Kelarin aja dulu kerjaan kamu, jangan mikirin aku. (what?? well i lied…lie..lie..!!) Udah sana tidur, udah mau pagi, besok kamu kerja kan.
Mr.Xxxx : Ok beib, kamu juga bobo ya. C u soon. Sweet dreams.
KLiik…tuut…tuuuut……..
Seakan saat itu juga ingin berteriak lantang di depan loudspeaker HP, Did you know how much i miss,,, did you know i’m crying…Why you always pushing me away??!! I’m so tired of packaging the anger!!.
Tapi saya malah cuma diam, sepertinya mau ngomong aja suliiiiiitt banget. Tidak jarang saya cuma bisa pasrah.. Sebenernya saya tipe orang yang tidak bisa menerima segala sesuatu begitu saja, maka kalo ada sesuatu yang gak berkenan di hati saya pasti langsung protes, apalagi dengan pasangan saya terkadang suka menuntut lebih agar semua berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya. Bisa dibilang memang egois, tapi dengan dia entah kenapa saya lebih bisa menahan sifat sifat seperti egois, manja, gak sabaran dan lain lain. Entah itu pertanda baik atau bukan, tapi ada saat dimana saya merasa seperti manusia bodoh kaya lagunya ada band aja. Dan disinilah saya memikirkannya hingga malam larut, tetap menantinya, mencintainya walaupun saya tau dia tidak sendiri lagi.
Dia mungkin belum tau bahwa saya sudah melihat dan membuktikannya, senekat itukah saya berani datang ke lokasi menemukan bukti bukti untuk menuntut sesuatu yang pasti, dan ternyata terbukti segala prasangka selama ini adalah fakta. Everybody’s fool…..!!
Setelah tau semuanya saya belumlah lega, sungguh saya sangat sangat tidak terima diperlakukan bak selir kedua, apalagi gak pernah terlintas dalam kamus hidup saya untuk dipoligami atau semacamnya. AAaaaargggh….you broke my heart!!!! Dan di perjalanan pulang saya hanya bisa menangis memandang keluar lewat kaca jendela mobil, bagaimana bisa dia setega itu, sejak awal bertemu harusnya saya tau kecil kemungkinan bagi kami untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius, karena banyak perbedaan yang sulit disatukan. Kecewa yang teramat sangatttt. Rapuh??? haruskah saya….? Life must go on.